Kamis, 08 November 2012

Maza Jago Hutan (DIJOEWAL)

Judul : Maza Jago Hutan
Karya : Dwi Hends
Produksi : GK
Tahun Cetak : 70-an

Tokoh karya Hasmi yg diambil coraknya oleh pelukis gambar umbul sehingga bisa menemani anak2 dalam bermain. meski ada perubahan kostum dalam umbul ini, tapi tetap ada kenangan dalam setiap potong kotaknya. kenangan ini bisa anda dapatkan dengan menguangkan sedikit kebutuhan anda...


Rabu, 07 November 2012

Sam Pek Eng Tay

Judul : Sam Pek Eng Tay
Karya : KOES
Tahun Cetak : 70-an awal
Produksi : KB ROX


KB ROX adalah sebuah produsen umbul sebelum 2 raksasa Murni dan GUnung Kelud bisnis gambar umbulnya menggurita dan membius anak2 hingga terlena hingga sekarang.
KB ROX banyak memproduksi gambar umbul dalam corak cat air, tentunya pekerjaan jadi lebih rumit dan alama tapi hasilnya pastilah WONDERFUL.
kali ini cerita yg digambar adalah kisah cinta tragis yg legendaris... SAM PEK ENG TAY. setahu saya bahkan seorang GOD GATHER DAGELAN MATARAM - B A S I Y O - merekam cerita ini dalam dagelannya.
sebuah buku yg ditulis ulang oleh WIDI WIDAYAT (pengarang cersil dan ROMAN PANGLIPUR WUYUNG)menngangkat cerita ini. tak ketinggalan TEATER KOMA pernah mementaskan keliling kisah ini, waktu itu saya nonton di Taman Budaya Yogyakarta (Societet Militer) Januari 2004.
yg paling kuingat dr cerita ini : " besok tanggal 1-9 , 2-8 , 3-7 , 4-6 , datanglah kerumah ku ya Sam Pek ". namun Sam Pek bingung dengan kata kiasan tsb..



Diciples of Shao Lin (DIJOEWAL)

Judul : Diciples of Shao Lin
Karya : Phing An
Produksi : M
Tahun Cetak : 70-an

sebuah film kung fu yg kondang tahun 70-an, tak mau kelewatan oleh kesohoran film ini, oleh produsen umbul pun diangkat dan ditejemahkan dlm gambar umbul oleh pelukis kesayangan kita : PHING AN.

monggo dinikmati.... DIMAHARKAN



Senin, 05 November 2012

Buffalo Bill (TERJUAL)

Judul : Buffalo Bill
Karya : ?
Produksi : GK
Tahun Cetak : 80-an awal

cerita cowboy yg cukup terkenal... tokoh yg sangat dipuja oleh rakyat kecil tampil dalam gambar oemboel...
saatnya berbagi jikalo anda suka...

D I J O E W A L


Sabtu, 03 November 2012

POTONGAN : Iyut Bing Slamet

Judul : Iyut Bing Slamet
Tahun Cetak : 80-an

Ratna Fairuz Albar atau lebih dikenal dengan Iyut Bing Slamet (lahir di Djakarta, 11 Juli 1968; umur 44 tahun) adalah anak dari aktor kawakan Bing Slamet dan juga adik dari Adi Bing Slamet dan Uci Bing Slamet. Ia adalah seorang Penyanyi dan pemain sinetron. Iyut adalah lulusan dari Home College di Sydney, Australia, jurusan Manajemen Perhotelan. (wiki)


Filmografi

Merpati Tak Pernah Ingkar Janji (1986) disutradarai Wim Umboh
Bilur-Bilur Penyesalan (1987) disutradarai Nasri Cheppy
Aku Benci Kamu (1987) disutradarai Wim Umboh
Catatan Si Doi (1988) disutradarai Atok Suharto
Ketika Cinta Telah Berlalu (1989) disutradarai Adisoerya Abdy
Mutiara Di Khatulistiwa (1990) disutradarai Frank Rorimpandey

Sinetron

Mutiara Cinta

Diskografi
Album solo

Bingung Nih Yeh
Keresahan
Anggrek Ungu Muda
Kehidupan
Rindu
Cuak Cuek
Deraian Air Mataku
Aku Rindu
Biarkan Cinta Menyatu
Hai Remaja
Mojok Yuk

Album duet dengan Adi Bing Slamet

Adik Manis
Aduh Aduh Mana Tahan
Alam Pusaka
Dusun Kecil
Jangan Usil
Kami
O Te O
Pantun Si Anak Kecil
Si Dogol
Tepi Pantai
Bunga Asmara Yang Bersemi



Jumat, 02 November 2012

POTONGAN : IRA MAYA SOPHA

Judul: Ira Maya Sopha
Tahun Cetak : 80-an

Hyra Maya Sopha (lahir di Jakarta, 21 Maret 1968; umur 44 tahun) atau lebih dikenal dengan nama Ira Maya Sopha adalah penyanyi dan pemain film Indonesia.
Penyanyi cilik

Ira dikenal sebagai penyanyi cilik pada era 80-an yang seangkatan dengan penyanyi - penyanyi seperti Chicha Koeswoyo, Dina Mariana, Diana Papilaya, Nourma Yunita, Ria Irawan dan Adi Bing Slamet. Pada masa kejayaannya sebagai artis cilik Ira Maya Sopha sangat identik dengan tokoh dongeng Cinderella pada operet Cinderella yang pernah dipentaskan pada tahun 1978 dan pada operet itu ia bermain bersama dengan Dina Mariana.
Muncul kembali

Setelah lama tidak muncul dalam dunia hiburan, Ira muncul kembali dengan membintangi film Berbagi Suami di tahun 2006. Setelah itu ia juga membintangi film Quickie Express tahun 2007. Dan kini ia menjadi salah satu juri di ajang pencarian bakat anak-anak Idola Cilik
Keluarga

Pada tahun 2006 Ira menggugat cerai kepada suaminya Ari Anto, yang sudah 12 tahun menikah dan akhirnya bercerai, dikarenakan sang suami jarang berkomunikasi bersama anak-anak, bahkan jarang berada di rumah. Bersama Ari Anto, ia memiliki empat orang anak: Callista (16), Devara (13), Kyla (11), dan Raffa (6).

Anaknya, Callista adalah juara 6 dari ajang AFI Junior 1.
Filmografi

Ira Maya Si Anak Tiri (1979) dimainkan oleh Tuty Kirana, Ria Irawan dan Dina Mariana
Nakalnya Anak-Anak (1980) dimainkan oleh Ryan Hidayat, Dina Mariana, dan Ria Irawan
Ira Maya Putri Cinderella (1981)
Ira Maya dan Kakek Ateng bermain dengan Ateng dan Iskak
Berbagi Suami (2006)
Quickie Express (2007)
Simfoni Luar Biasa (2011)
Mother Keder: Emakku Ajaib Bener (2012)

Diskografi

Si Jantung Hati berduet dengan Ade Putra ciptaan Harry Toos
OST - Ira Maya Si Anak Tiri
Selamat Berjumpa
Doa
Pengumuman Penting
Sepasang Sepatu Kaca
Pesta Lajang
Putri Sepatu Kaca
Mohon Diri

Iklan

Supermi (1976)
Neera, Jamu Nyonya Meneer
Lifebouy (2008)
(wiki)




Anak-Anak Kehilangan Dongeng
Lagu-lagu cinderela yang dinyanyikan Ira Maya Sopha laris di pasaran. mencapai 200.000 buah. semula dipersiapkan untuk pertunjukan drama anak-anak.

KASET Cinderella melonjak mencapai, 200 ribu omzetnya. Ini produksi Irama Tara. Lagu-lagunya dikerjakan oleh Ny. Maria Tanzil, sedang penyanyinya Ira Maya Sopha. Kaset itu demikian kerasnya mempengaruhi pendengar anak-anak sehingga tak kurang dari 500-600 buah surat melayang ke rumah Ira setiap hari. "Di kamar belakang telah terkumpul 200 ribu pucuk surat," ujar Nyonya Maimunah Kartawinata, ibu Ira (jadi Ira ini bukan anak Maya Sopha) yang kewalahan tak bisa membalas surat-surat itu.

"Cinderella itu mulanya disiapkan bukan untuk kaset, tapi untuk pertunjukan," tutur Nyonya Tanzil. Ia mengaku terus terang, lagu-lagunya sebenarnya jiplakan lagu-lagu tua seperti Sipin Soda dan Lily Marline. "Tapi liriknya saya buat sendiri," ujar ibu dari dua anak itu. Ia menyatakan pula, yang mendorongnya membuat Cinderella tak lain kenyataan kurangnya hiburan anak-anak. Sementara ia sendiri memang punya hobi sandiwara.

"Ada yang mengatakan Cinderella merupakan operet," kata Nyonya Tanzil. "Bukan, itu bukan operet. Itu gabungan drama, tari dan lagu." Persiapan pertunjukan Cinderella di Senayan dahulu (di Balai Sidang, 8 Oktober 1978), memakan waktu 4 bulan – walaupun tanggal 1-2 Juli sebenarnya sudah juga dipentaskan. Setelah malam penampilan Oktober yang dimaksud untuk dana PMI itu, tiba-tiba saja Cinderella melonjak menyambar telinga banyak anak-anak. Seorang anak yang tidak pernah mau dikeloni bapaknya, tiba-tiba menurut setelah dipikat dengan kaset Cinderella. Banyak orang bilang, ini disebabkan anak-anak kita sudah kehilangan dongeng yang dapat memukau mereka. Jadi dongeng dan pahlawan model apapun lantas menarik. Sementara itu ada yang mengeluh, mengapa kok Cinderela? Bukan Bawang Merah Bawang Putih, Kleting Kuning atau cerita pribumi lainnya?

Tikus-Tikus

Kaset ini dibuka dengan lagu Kisah Cinderella yang mengantar isi cerita. Disusul 10 buah lagu yang diselingi percakapan. Di sana dikisahkan Upik Abu, alias Sinderella, yang hidup bersama ibu tiri dan kedua saudara tirinya. Ia selalu bertugas di dapur dan menerima perlakuan tak semena-mena dari penghuni rumah itu, sampai akhirnya ia menjadi permaisuri sang pangeran. Cerita bahagia ini dikunci dengan lagu Mohon Diri.

Semua lagu dinyanyikan dengan baik oleh Ira. Suaranya jernih, tekniknya memadai. Juga dialog diucapkannya dengan jelas dengan usaha untuk menjiwai, meskipun bukan seluruhnya seperti percakapan benar. Musik mempergunakan organ yang dimainkan oleh Aloysius. Peran-peran lain dibawakan oleh anggota Grup Sangrila -- terutama suara tikus tikus, teman Cinderella, yang paduan suaranya terdengar kompak dan membuat kaset ini akrab.

"Ada yang mengeritik pakaian show Cinderella katanya terlalu mahal. Ceritanya katanya khayalan belaka," kata Nyonya Tanzil menerangkan pertunjukan itu. Ia mengakui tak kurang dari 60 anak yang ikut bermain dengan 150 potong pakaian yang berharga Rp 1.250. 000 -- digarap oleh Nyonya Ricky Camdani. "Tapi semuanya dari satin murah," kata Nyonya Tanzil. "Lagipula kenapa sih kalau khayalan dipertanyakan ? Apa ada cerita dongeng yang bukan khayalan ?"

Ibu Sud, pencipta lagu anak-anak yang tersohor, menanggapi Cinderella dengan serius dari sudut yang lain. "Saya tidak melihat pertunjukannya. Saya dengar fantastik, bombastik," ujarnya. "Itu semua boleh saja, tetapi mbok jangan menjiplak lagu Barat untuk diindonesiakan." Ia menunjuk cerita pribumi seperti Joko Tingkir, Bawang Merah Bawang Putih, yang bias digarap. "Kenapa harus cerita Barat?"

Ibu itu juga menggelengkan kepalanya melihat kostum Cinderella lewat reklame TV. Ia mengerti. Ia menganggapnya cukup baik. "Sayangnya pikiran anak-anak kita bisa terbawa oleh pengaruh negatif. Saya khawatir anak-anak akan minta orangtuanya pakaian sebagus Cinderella."

Sumi

21 April 1955, di Gedung Kesenian Pasar Baru (sekarang bioskop City) Ibu Sud sendiri mengangkat kisah Sumi seperti yang dilakukan Nyonya Tanzil sekarang. Sumi menceritakan cinta seorang anak kepada ibunya yang hidup miskin di desa. Suatu kali ibunya sakit -- lalu bermimpi bertemu dengan peri yang menyuruhnya meminta Sumi pergi ke hutan mencari obat. Cerita yang juga berakhir dengan bahagia itu dimainkan oleh 30 anak.
Ceritanya dikarang Ibu Sud sendiri. Aransemen lagu oleh mendiang Sudjasmin, dibawakan oleh Orkes RRI pimpinan Henke Strake -- rasa seperti gending-gending Jawa. Kostum para penari terbuat dari batik. Untuk pertunjukan itu diperlukan latihan selama tiga setengah bulan.

Ira Maya Sopha sendiri penyanyi Cinderella, lahir di Jakarta 21 Maret 1968. Sudah menyanyi di 8 buah kaset. Hobinya balet dan tari serimpi. Untuk kaset Cinderella (direkam dalam 2 hari pada bulan Agustus) ia mendapat honor Rp 5 juta (sementara Nyonya Tanzil hanya Rp 500 ribu). Tetapi untuk pertunjukan di Senayan selama 2 malam yang menghasilkan Rp 26 juta (kotor), ibunya mengaku tidak dapat apa-apa, karena itu malam dana PMI. Biasanya sekali pertunjukan Ira dapat setengah juta. Humas PMI DKI sendiri menerangkan waktu itu dapat Rp 7,5 juta.

Nyonya Tanzil, yang merencanakan akan mementaskan kisah Pinokio (Barat lagi) Pebruari tahun depan, menyatakan mungkin tidak akan memakai Ira lagi. Kenapa ? "Saya akui suara Ira memang baik.
Anaknya cerdas. Tetapi tubuhnya terlalu tinggi untuk peran itu."

Sumber : Tempo Edisi. 40/IIIIIIII/02 - 8 Desember 1978 / (www.mellowtone.multiply.com)

POTONGAN : Chica Koeswoyo

Judul : Chicha Koeswoyo
Tahun Cetak : 80-an

Mirza Riadiani Kesuma (lahir di Jakarta, 1 Mei 1968; umur 44 tahun; lebih dikenal dengan nama Chicha Koeswoyo) adalah salah satu penyanyi dan aktris Indonesia. Ia adalah anak dari Nomo Koeswoyo, anggota grup Koes Bersaudara. Ia menjadi direktur P.T. Chicha Citra Karya yang bergerak di bidang Interior Design, Enterprise, Grafic design dan Landscape.


Filmografi

Idola Remaja (1985)
Chicha (1976)
Gejolak Kawula Muda (1985)

Diskografi
Chicha Koeswoyo - OST "Idola Remaja"

Idola Remaja
Dari Waktu Ke Waktu
Gerbang Negeriku
Tiada Lagi Yang Lain
Merekalah Aku
Pergi Lagi Pergi
Putih Pun Gelap
Nilai Hidup
Ilusi
Ahaa

Chicha Koeswoyo - OST "Gejolak Kawula Muda"

Gejolak Kawula Muda
Dia Dan Aku
Dansa Briko
Jangan Lagi
Wajah Wajah Bicara
Apa Yang Kau Mau
Bunga Dihatiku
Kesan Pertama
Nusantara
Bintang Yang Tertinggi



Album Chicha


Helli
Si Paul
Turut Kata Mama da Papa
Jagung Bakar
Merpati
Satu + Satu
Ulang Tahun
Si Manis
Hop Titah
Adikku Yang Lucu
Menari
Ulang Tahun ciptaan (chicha koeswoyo)
Selamat Pagi
Bakso Aha-aha
Nusantara-Ku
Barisan Topi
Cuaca Terang
Kasih Ibu
Bangunlah Kawan
Belajar Do Re Mi
Kampung Halaman
Bunga Anggrek
Bunyi Lonceng
Hari Esok Menanti
Indahnya Pagi Ini
Jakarta
Jangan Berdusta
Nusantara Indah
Perasaan Hati
Si Miskin
Kursi Goyang
Taman Mini
Lobi-Lobi

Chicha duet dengan Adi Bing Slamet
Album dengan Adi Bing Slamet

Mama Tersayang
Kakek dan Nenek
Nyanyi Bersama
Penyanyi Cilik
Ayam Berkokok
Pantun Sederhana
Ngedot
1-2-3
Suka dan Duka
Dua Lolo
Mau Kemana
Mandi
PR

Album Chicha dan Adi Volume 4 (1979) diproduksi Purnama Record

Neng Chicha Bang Adi
Rajin dan Pandai
Nusantara Indah II
Bangun Bangun
Onde Onde
Memancing Ikan
Bagi Dua

Chicha dengan iringan Candra Darusman

Rinduku
Bersamanya
Adikku
Jelang Remaja
Dalam Rasa Kita
Benahi Hidup Ini
Kusimpan Hasrat
Surat Penggemar
Pukul Dua Belas
Sapa Pertiwi