Judul : Dina Mariana
Tahun Cetak : 80-an
Dina Mariana Heuvelman (lahir di Djakarta, 21 Agustus 1965; umur 47 tahun) adalah seorang penyanyi dan pemeran Indonesia era tahun 70 dan 80-an. Ia memiliki darah Belanda dari ayahnya dan Gorontalo dari ibunya.
Dina terkenal sebagai penyanyi cilik era 70-an bersama Adi Bing Slamet, Ira Maya Sopha, Diana Papilaya, Nourma Yunita, Sari Yok Koeswoyo, Iyut Bing Slamet, dan Chicha Koeswoyo. Dina pun masih sering disebut sebagai mantan penyanyi cilik meski pernah mencetak hits sebagai penyanyi remaja dengan lagu "Ingat Kamu" di akhir 1980-an.Selama kariernya, Dina telah merilis 55 album dan membintangi 21 film layar lebar, 1 Sinetron seri 26 episode, dan 3 sinetron lepas.
Pada Ramadhan 1428 H (September 2007), Dina merilis album bertajuk title "12 Kumpulan Lagu Anak Indonesia", dengan hits Jalan Menuju Allah ciptaan AT Mahmud.
Dina menikah dengan Radian Ratulangi Sugandi dan dikaruniai tiga orang anak, Ezra Mandira Sugandi, Ewaldo Andipo Sugandi, dan Elyshia Nashira Ramandina Sugandi.
Diskografi
Jejaka
Ingat Kamu
Jejaka Aku Cinta Kamu (1986)
Pak Penghulu (1987)
Mari Bergoyang
Gengsi Dong Aaa" (1987)
Komputer Cinta (1987)
Si Dia (1988)
Ada-Ada Saja (1989)
Akulah Isabella Kekasihmu (1989)
Sekeranjang Cinta (1991)
Di Tinggal Asmara (1999)
Filmografi
Demi Cinta (1974)
Rahasia Gadis (1975)
Ridho Allah (1977)
Ayah Tiriku Ibu Tirimu (1977)
Senyum Nona Ana (1977)
Si Boneka Kayu, Pinokio (1979)
Ira Maya Si Anak Tiri (1979)
Ira Maya dan Kakek Ateng (1979)
Nakalnya Anak-Anak (1980)
Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi (1980)
Merenda Hari Esok (1981)
Bukan Impian Semusim (1981)
Tangan-Tangan Mungil (1981)
Saat-Saat Kau Berbaring di Dadaku (1984)
Persaingna Remaja (1984)
Biarkan Kami Bercinta (1984)
Duel (1984)
Gairah Pertama (1984)
Bisikan Setan (1985)
Yang Masih di Bawah Umur (1985)
Opera Jakarta (1985)
Sinetron
Cinta Rasa Tora Bika (SCTV,1999)
Aku Bukan Tamarin (Indosiar, 2000)
Joged (TPI, 2001)
Pencopet Cinta (SCTV, 2002)
Kawin Gantung 2 (SCTV, 2005)
Anak Cucu Adam (RCTI, 2005)
Iklan
Permen Tamarin (2000)
Kopi Tora Bika (1998 - 2000)
Obat Natur - E (1996)
Bank BCA (1997)
Prestasi
Juara 1 Children Pop Singer se-DKI 1974
Juara 2 dan Juara Favorit Piala PT Yukawi se-DKI 1975 (wiki)
Rabu, 31 Oktober 2012
Selasa, 30 Oktober 2012
POTONGAN : Diana Papilaya
Judul : Diana Papilaya
Tahun Cetak : 80-an
Diana Martini Papilaya (lahir 29 Januari 1967; umur 45 tahun) adalah penyanyi cilik di era tahun 1970-an.
Nama Diana Papilaya mencuat lewat lagunya "Paman Dari Mana" dengan dibantu oleh artis kawakan A.Hamid Arief dan Ratmi B29. Saat ini Diana menekuni bisnis homeschooling, ia adalah prinsipal FISHomeschool Indonesia.
Diana meraih gelar kesarjanaan Teknik Arsitektur dari Universitas Trisakti. Diana kemudian menikah dan kemudian berpindah agama memeluk agama Islam, namun pada 9 Agustus 2008, ia dibaptis kembali oleh Gereja Advent.
Diskografi
"Paman Dari Mana" (feat. Hamid Arif)
"Naik Ojek" (feat. Hamid Arif)
"Rindu Seorang Anak"
"Ingin Sekolah"
"Aku Anak Desa"
"Ulang Tahun Ibu"
"Ingin Jadi Dokter"
"Banjir"
Filmografi
Diana (1977)
Tahun Cetak : 80-an
Diana Martini Papilaya (lahir 29 Januari 1967; umur 45 tahun) adalah penyanyi cilik di era tahun 1970-an.
Nama Diana Papilaya mencuat lewat lagunya "Paman Dari Mana" dengan dibantu oleh artis kawakan A.Hamid Arief dan Ratmi B29. Saat ini Diana menekuni bisnis homeschooling, ia adalah prinsipal FISHomeschool Indonesia.
Diana meraih gelar kesarjanaan Teknik Arsitektur dari Universitas Trisakti. Diana kemudian menikah dan kemudian berpindah agama memeluk agama Islam, namun pada 9 Agustus 2008, ia dibaptis kembali oleh Gereja Advent.
Diskografi
"Paman Dari Mana" (feat. Hamid Arif)
"Naik Ojek" (feat. Hamid Arif)
"Rindu Seorang Anak"
"Ingin Sekolah"
"Aku Anak Desa"
"Ulang Tahun Ibu"
"Ingin Jadi Dokter"
"Banjir"
Filmografi
Diana (1977)
Senin, 29 Oktober 2012
POTONGAN : Bobby Sandhora II
Judul : Booby Shandora
Tahun Cetak : 80-an
dua versi foto umbul dari artis cilik tahun 70-an dan 80-an. anak dari pasangan penyanyi papan atas tahun 70-an. Muchsin Alatas dan Titik Sandhora.
tapi kenapa anaknya bernama BOBBY SANDHORA ya? kenapa bukan BOBBY ALATAS? maaf ada pertanyaan usil...
Tahun Cetak : 80-an
dua versi foto umbul dari artis cilik tahun 70-an dan 80-an. anak dari pasangan penyanyi papan atas tahun 70-an. Muchsin Alatas dan Titik Sandhora.
tapi kenapa anaknya bernama BOBBY SANDHORA ya? kenapa bukan BOBBY ALATAS? maaf ada pertanyaan usil...
POTONGAN : Yoan Tanamal
Judul : Yoan Tanamal
Tahun Cetak : 80-an
Johana Maria Frances (1971) atau lebih dikenal dengan nama Yoan Tanamal adalah anak dari pasangan Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha yang terkenal sebagai penyanyi cilik Indonesia pada era 70-an. (wiki)
Joan sukses di album pertama Si Kodok yang membawa namanya sejajar dengan penyanyi - penyanyi cilik di masa 70-an seperti Chicha Koeswoyo, Bobby Sandhora, Adi Bing Slamet dan Sari Yok Koeswoyo. Yoan sangat lucu dan menggemaskan ketika merilis album ini. Tidak heran namanya langsung melejit dan lagu Si Kodok dan Goyang goyang juga menjadi lagu yang banyak dinyanyikan anak-anak pada masa itu. Album ini didukung penuh oleh orangtua Joan, Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha. Hits lain dari album ini antara lain "Aku sedih" , "Yoan Sakit", dan bahkan lagu "Mandi Pagi" pada waktu itu menjadi lagu iklan sebuah sabun mandi keluarga.
Diskografi
Album Si Kodok (1977); produser Enteng Tanamal dan Produksi Yukawi Indo Music
"Si Kodok" - ciptaan Tanty Yosepha dan Enteng Tanamal
Goyang goyang, Aku Sedih, Mandi Pagi, Ke Sekolah, Baju Ulang Tahun, Si Ali, Yoan Sakit, Bunga bunga, Selamat Tidur Sayang, Berenang-renang
Album kedua "Marah-marah" dan "Do Re Mi" 1977 di Produksi : Yukawi Record
"Marah marah" - ciptaan Enteng Tanamal, Do Re Mi, Oma Opa, Ayo Kemari, Burung burung, Mari Berkawan dan Bernyanyi, Bertamasya, Kumbang dan Kupu-kupu, Mama Papa Bercerita
Sinematografi
Film
Yoan (1977) bermain bersama orang tuanya (Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha serta pemeran-pemeran lainnya seperti Didu MS, Tan Tjeng Bok, S. Bono, Chitra Dewi dan Yatti Kesumah; disutradarai oleh Nico Pelamonia dan fotografi oleh Akin; komposer Enteng Tanamal dan diproduksi oleh P.T. GARUDA FILM
Detik Terakhir (2006) bermain dengan Cornelia Agatha dan Dewi Irawan
Sinetron
Dunia Tanpa Koma (2006)
lagunya yg kuingat : AKU SEDIH DITINGGAL PERGI. MAMA PERGI PAPA PERGI. O ITU DIA MEREKA DATANG. HATIKU SENANG dst
atau yg ini : Mandi Pagi sudah biasa, mandi sore juga biasa, (tidak mandi juga biasa)...
namun sayang, Yoan pernah kena budak narkoba :
Yoan Tanamal, Di Balik Bangkai Ada Madu
Kehilangan cinta dan perginya orang yang dicintai terkadang membawa kita ke tubir pengharapan. Joan mengalami semua itu. Namun, proses waktu, memori cinta sang ibu, peran penting bu Mar serta anugerah-Nya membangkitkan kembali semangat dan tujuan hidupnya.
Yoan Tanamal, puteri musisi terkenal Enteng Tanamal, bercerita dengan jujur, saat mengalami peristiwa pahit dalam hidupnya. “Sejak umur 12 tahun saya hidup tanpa papa. Papa dan mama berpisah tempat,” ujarnya lirih. Yoan tinggal dengan Ibunya sehingga hubungan mereka begitu dekat. Ketika Ibunya meninggal ia masih dapat merasakan kehangatannya. “Ibu saya sangat keras. Tapi setelah ibu meninggal, semua tegurannya, kecerewetannya, masukannya sangat menguatkan saya,” kata anak tertua Tanti Yosepha ini.
Terjerat Narkoba!
Kematian ibunya adalah puncak seluruh dukanya. Di titik inilah Yoan mengalami keguncangan yang berat. Dunia narkoba mulai disentuhnya. Sekitar 3 tahun, sejak tahun 1999 sampai 2002, Yoan mulai terikat dengan drugs. “Di SMA saya pernah pakai, tapi itu tidak terlalu parah dibanding drugs yang sekarang lagi marak. Jadi, saya pikir yang paling membuat saya benar-benar tidak punya misi lagi untuk hidup, ketika saya terjun ke dunia drugs,” ungkap perempuan kelahiran 6 Oktober 1971 ini.
Yoan menyadari ketergantungannya dengan narkoba tidak serta merta membuatnya menyalahkan orang lain. “Siapa pun, tidak bisa disalahkan. Mungkin karena tidak ada keterbukaan. Apalagi sama ayah saya,” kata pemilik album Si Kodok ini.
Sebelum ia ditangkap polisi pada 5 Juni 2002, 2 bulan penuh ia hidup di jalanan dan tidak bisa bayar kos. Kerap kali ia tidur di tenda di pinggir kali dekat Pasar Rumput, Manggarai dengan sewa Rp 3.000/malam. Keadaan ini sangat berat ia rasakan. “Ketika saya ditangkap tahun 2002, itulah titik puncaknya sampai nggak punya visi untuk hidup lagi,” ujarnya.
Pelajaran di Penjara
Di penjara Yoan banyak merenungkan kenangan indah bersama ibunya. Nasihat ibunya kembali kembali memutar ingatannya. Ibunya selalu mengatakan, ”Di balik bangkai ada madu.” Ungkapan itulah yang memberikan kekuatan bagiku. Bangkai itu kan sesuatu yang tidak disukai orang, dibuang, menjijikkan. Kepahitan, kegagalan hidup dan lain sebagainya harus kita terima, tapi kita juga minta kekuatan Tuhan,” ungkap Yoan mengaku tidak ingin menyanyi yang sekuler lagi. Yoan memandang ia harus menerima masalah itu dengan iman. Baginya itulah madu sebagai anugerah dari Tuhan. Ia mengaku, banyak belajar dari mendiang ibunya. “Ibu saya selalu bilang, ‘Kanker getah bening dan darah yang saya alami ini adalah hadiah dari Tuhan,”’ katanya mengenang. Saat ia ditangkap, Yoan menyakini itulah tangan Tuhan yang menangkapnya, bahkan Yoan merasa seperti dihipnotis Tuhan.
“Saya serahkan semua ke Tuhan. Saya benar-benar berserah. Saya bilang, dari permulaan Engkau yang tangkap saya. Ditangkap bukan untuk dibuang tapi untuk diselamatkan,” ujarnya yakin.
Bagaimana Yoan bisa bangkit dan punya rasa percaya diri? Baginya, semua karena kasih Yesus. Momen yang sangat diingatnya dan memberinya kekuatan saat ia berada di Polsek Tebet. “Saat itu saya merasakan Tuhan amat dekat di hati ,” kenang Yoan.
Dalam pemulihan selanjutnya, yang paling berperan mendampingi Yoan sebagai teman berbagi adalah Ibu Mar, teman ibunya. “Ibu Mar sangat berarti dalam hidup saya. Ia yang mengasuh saya sejak kecil. Sampai sekarang saya masih berhubungan sama dia. Selama 50 hari saya di polsek, dia yang bawain makanan secara rutin. Dan dalam sidang saya selama 13 kali dia selalu hadir,” tandasnya.
Bagi Yoan hikmah selalu datang belakangan. Yoan ingin membuat album rohani yang terbaik. Ia bersyukur, Tuhan memberi jawaban melalui penjara. Alhasil, karena penyerahannya yang total, vonis penjara seumur hidup pun berubah menjadi setahun
(Eman/Wea)(http://dansoindomychurch.blogspot.com)
Tahun Cetak : 80-an
Johana Maria Frances (1971) atau lebih dikenal dengan nama Yoan Tanamal adalah anak dari pasangan Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha yang terkenal sebagai penyanyi cilik Indonesia pada era 70-an. (wiki)
Joan sukses di album pertama Si Kodok yang membawa namanya sejajar dengan penyanyi - penyanyi cilik di masa 70-an seperti Chicha Koeswoyo, Bobby Sandhora, Adi Bing Slamet dan Sari Yok Koeswoyo. Yoan sangat lucu dan menggemaskan ketika merilis album ini. Tidak heran namanya langsung melejit dan lagu Si Kodok dan Goyang goyang juga menjadi lagu yang banyak dinyanyikan anak-anak pada masa itu. Album ini didukung penuh oleh orangtua Joan, Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha. Hits lain dari album ini antara lain "Aku sedih" , "Yoan Sakit", dan bahkan lagu "Mandi Pagi" pada waktu itu menjadi lagu iklan sebuah sabun mandi keluarga.
Diskografi
Album Si Kodok (1977); produser Enteng Tanamal dan Produksi Yukawi Indo Music
"Si Kodok" - ciptaan Tanty Yosepha dan Enteng Tanamal
Goyang goyang, Aku Sedih, Mandi Pagi, Ke Sekolah, Baju Ulang Tahun, Si Ali, Yoan Sakit, Bunga bunga, Selamat Tidur Sayang, Berenang-renang
Album kedua "Marah-marah" dan "Do Re Mi" 1977 di Produksi : Yukawi Record
"Marah marah" - ciptaan Enteng Tanamal, Do Re Mi, Oma Opa, Ayo Kemari, Burung burung, Mari Berkawan dan Bernyanyi, Bertamasya, Kumbang dan Kupu-kupu, Mama Papa Bercerita
Sinematografi
Film
Yoan (1977) bermain bersama orang tuanya (Enteng Tanamal dan Tanty Yosepha serta pemeran-pemeran lainnya seperti Didu MS, Tan Tjeng Bok, S. Bono, Chitra Dewi dan Yatti Kesumah; disutradarai oleh Nico Pelamonia dan fotografi oleh Akin; komposer Enteng Tanamal dan diproduksi oleh P.T. GARUDA FILM
Detik Terakhir (2006) bermain dengan Cornelia Agatha dan Dewi Irawan
Sinetron
Dunia Tanpa Koma (2006)
lagunya yg kuingat : AKU SEDIH DITINGGAL PERGI. MAMA PERGI PAPA PERGI. O ITU DIA MEREKA DATANG. HATIKU SENANG dst
atau yg ini : Mandi Pagi sudah biasa, mandi sore juga biasa, (tidak mandi juga biasa)...
namun sayang, Yoan pernah kena budak narkoba :
Yoan Tanamal, Di Balik Bangkai Ada Madu
Kehilangan cinta dan perginya orang yang dicintai terkadang membawa kita ke tubir pengharapan. Joan mengalami semua itu. Namun, proses waktu, memori cinta sang ibu, peran penting bu Mar serta anugerah-Nya membangkitkan kembali semangat dan tujuan hidupnya.
Yoan Tanamal, puteri musisi terkenal Enteng Tanamal, bercerita dengan jujur, saat mengalami peristiwa pahit dalam hidupnya. “Sejak umur 12 tahun saya hidup tanpa papa. Papa dan mama berpisah tempat,” ujarnya lirih. Yoan tinggal dengan Ibunya sehingga hubungan mereka begitu dekat. Ketika Ibunya meninggal ia masih dapat merasakan kehangatannya. “Ibu saya sangat keras. Tapi setelah ibu meninggal, semua tegurannya, kecerewetannya, masukannya sangat menguatkan saya,” kata anak tertua Tanti Yosepha ini.
Terjerat Narkoba!
Kematian ibunya adalah puncak seluruh dukanya. Di titik inilah Yoan mengalami keguncangan yang berat. Dunia narkoba mulai disentuhnya. Sekitar 3 tahun, sejak tahun 1999 sampai 2002, Yoan mulai terikat dengan drugs. “Di SMA saya pernah pakai, tapi itu tidak terlalu parah dibanding drugs yang sekarang lagi marak. Jadi, saya pikir yang paling membuat saya benar-benar tidak punya misi lagi untuk hidup, ketika saya terjun ke dunia drugs,” ungkap perempuan kelahiran 6 Oktober 1971 ini.
Yoan menyadari ketergantungannya dengan narkoba tidak serta merta membuatnya menyalahkan orang lain. “Siapa pun, tidak bisa disalahkan. Mungkin karena tidak ada keterbukaan. Apalagi sama ayah saya,” kata pemilik album Si Kodok ini.
Sebelum ia ditangkap polisi pada 5 Juni 2002, 2 bulan penuh ia hidup di jalanan dan tidak bisa bayar kos. Kerap kali ia tidur di tenda di pinggir kali dekat Pasar Rumput, Manggarai dengan sewa Rp 3.000/malam. Keadaan ini sangat berat ia rasakan. “Ketika saya ditangkap tahun 2002, itulah titik puncaknya sampai nggak punya visi untuk hidup lagi,” ujarnya.
Pelajaran di Penjara
Di penjara Yoan banyak merenungkan kenangan indah bersama ibunya. Nasihat ibunya kembali kembali memutar ingatannya. Ibunya selalu mengatakan, ”Di balik bangkai ada madu.” Ungkapan itulah yang memberikan kekuatan bagiku. Bangkai itu kan sesuatu yang tidak disukai orang, dibuang, menjijikkan. Kepahitan, kegagalan hidup dan lain sebagainya harus kita terima, tapi kita juga minta kekuatan Tuhan,” ungkap Yoan mengaku tidak ingin menyanyi yang sekuler lagi. Yoan memandang ia harus menerima masalah itu dengan iman. Baginya itulah madu sebagai anugerah dari Tuhan. Ia mengaku, banyak belajar dari mendiang ibunya. “Ibu saya selalu bilang, ‘Kanker getah bening dan darah yang saya alami ini adalah hadiah dari Tuhan,”’ katanya mengenang. Saat ia ditangkap, Yoan menyakini itulah tangan Tuhan yang menangkapnya, bahkan Yoan merasa seperti dihipnotis Tuhan.
“Saya serahkan semua ke Tuhan. Saya benar-benar berserah. Saya bilang, dari permulaan Engkau yang tangkap saya. Ditangkap bukan untuk dibuang tapi untuk diselamatkan,” ujarnya yakin.
Bagaimana Yoan bisa bangkit dan punya rasa percaya diri? Baginya, semua karena kasih Yesus. Momen yang sangat diingatnya dan memberinya kekuatan saat ia berada di Polsek Tebet. “Saat itu saya merasakan Tuhan amat dekat di hati ,” kenang Yoan.
Dalam pemulihan selanjutnya, yang paling berperan mendampingi Yoan sebagai teman berbagi adalah Ibu Mar, teman ibunya. “Ibu Mar sangat berarti dalam hidup saya. Ia yang mengasuh saya sejak kecil. Sampai sekarang saya masih berhubungan sama dia. Selama 50 hari saya di polsek, dia yang bawain makanan secara rutin. Dan dalam sidang saya selama 13 kali dia selalu hadir,” tandasnya.
Bagi Yoan hikmah selalu datang belakangan. Yoan ingin membuat album rohani yang terbaik. Ia bersyukur, Tuhan memberi jawaban melalui penjara. Alhasil, karena penyerahannya yang total, vonis penjara seumur hidup pun berubah menjadi setahun
(Eman/Wea)(http://dansoindomychurch.blogspot.com)
Sabtu, 27 Oktober 2012
POTONGAN : PUTRI SALJU
Judul : Putri Salju
Tahun Cetak : 80-an
pertama main di tahun 1977 oleh Sangrila.
cuma potonganpun kemarin sudah ada yg sms tanya : mau dijual? walah ya ga dilepas donk mas... kecuali dah dpt yg lembaran.... maaf lho kang....
tak banyak data yg saya dapat di google. maaf ya... carinya susah
Tahun Cetak : 80-an
pertama main di tahun 1977 oleh Sangrila.
cuma potonganpun kemarin sudah ada yg sms tanya : mau dijual? walah ya ga dilepas donk mas... kecuali dah dpt yg lembaran.... maaf lho kang....
tak banyak data yg saya dapat di google. maaf ya... carinya susah
Jumat, 26 Oktober 2012
POTONGAN : PINOKIO
Judul : Pinokio
Tahun Cetak : 80-an
Si Boneka Kayu, Pinokio adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1979 dengan disutradarai oleh Willy Wilianto. Film ini diangkat dari cerita populer dunia berjudul Petualangan Pinokio karangan Carlo Collodi.
Sinopsis
Gepetto (Iskak) seorang pembuat boneka kayu yang sangat mendambakan seorang anak. Oleh Peri Biru (Dina Mariana) salah satu bonekanya disulap menjadi hidup,dijadikan anak angkat oleh Gepetto dan diberi nama Pinokio (Ateng). Pinokio tumbuh menjadi anak nakal. Peri Biru menyuruh Jimmy Jangkrik (Liza Tanzil) untuk mengawasinya. Kenakalannya itu pernah membuat Pinokio pernah menjadi keledai, ditugaskan untuk menyelamatkan ayahnya dari perut ikan hiu, dan berhasil.(dari Wikipedia)
Sutradara Willy Wilianto
Produser Sabirin Kasdani
Penulis Imam Tantowi
Pemeran Ateng
Iskak
Dina Mariana
Jack John
Lisa Tanzil
Sup Yusup
Soes DA
Distribusi Rapi Films
Durasi 93 menit
Negara Indonesia
Pinocchio is a 1940 American animated film produced by Walt Disney and based on the story The Adventures of Pinocchio by Carlo Collodi. It is the second film in the Walt Disney Animated Classics, and was made after the success of Snow White and the Seven Dwarfs. It was released to theaters by RKO Radio Pictures on February 7, 1940.
The plot of the film involves an old wood-carver named Geppetto who carves a wooden puppet named Pinocchio who is brought to life by a blue fairy, who tells him he can become a real boy if he proves himself "brave, truthful, and unselfish". Thus begin the puppet's adventures to become a real boy, which involve many encounters with a host of unsavory characters.
The film was adapted by Aurelius Battaglia, William Cottrell, Otto Englander, Erdman Penner, Joseph Sabo, Ted Sears, and Webb Smith from Collodi's book. The production was supervised by Ben Sharpsteen and Hamilton Luske, and the film's sequences were directed by Norman Ferguson, T. Hee, Wilfred Jackson, Jack Kinney, and Bill Roberts.
Pinocchio won two Academy Awards, one for Best Original Score and one for Best Original Song for the song "When You Wish upon a Star".
Plot
After singing the film's signature song "When You Wish upon a Star" over the opening credits, Jiminy Cricket explains to the audience that he is going to tell a story of a wish coming true. Opening the book, in flashback, he tells how he moved into the workshop of the woodworker Geppetto one night to warm himself from the cold. The old wookworker lives alone with his cat, Figaro and his fish, Cleo. Jiminy watches as Geppetto finishes work on a wooden marionette whom he names Pinocchio. Before falling asleep, Geppetto makes a wish on a star that Pinocchio could be a real boy. During the night, the star, in the form of a Blue Fairy, visits the workshop to grant Geppetto's wish. She makes Pinocchio come alive, while remaining still a puppet. The fairy tells Pinocchio that if he wants to become a real boy of flesh and blood he must prove himself to be brave, truthful and unselfish and able to tell right from wrong by listening to his conscience. Pinocchio does not understand what a conscience is, and Jiminy reveals himself to explain it to him. The Blue Fairy asks if Jiminy would serve as Pinocchio's conscience, a task he accepts.
Geppetto discovers that his wish has come true, and is filled with joy. The next day, he sends Pinocchio on his first day of school. However, the naive Pinocchio is spotted by the conniving con artists Honest John and Gideon, who quickly decide to sell the living puppet for money. They convince him to join Stromboli's puppet show instead. Pinocchio becomes Stromboli's star attraction as a magic string-less marionette. Jiminy, seeing Pinocchio's sudden success, decides he has failed as a conscience and leaves. Gepetto, worried about Pinocchio's absence, goes out to look for him. Stromboli, meanwhile, expects to make much more money with Pinocchio working for him. When Pinocchio wants to go home for the night (though promising to come back in the morning), Stromboli turns brutal and locks Pinocchio in a birdcage to prevent him from leaving, and warns him that if he grows too old, he will chop him into firewood. Jiminy returns to Pinocchio, but is unable to free him. During the night, the Blue Fairy comes to ask why Pinocchio disobeyed Geppetto. Despite Jiminy's urgings, Pinocchio tells an overblown story to hide his shame, but with each lie his nose grows and grows until it is like the branch of a tree. The Blue Fairy explains that "a lie will keep growing and growing, until it's as plain as the nose on your face." Pinocchio vows to do better from now on and the Blue Fairy changes his nose back to normal and sets him free, warning that this will be the last time she helps him.
Meanwhile, Honest John and Gideon meet up with the sinister Coachman in a local tavern and boast of their success luring Pinocchio away. Impressed by their story, the Coachmen tells them of his business 'collecting stupid little boys' and taking them to Pleasure Island. He offers them a reward for every boy they bring to him.
Unfortunately, on his way back to Geppetto's house, Pinocchio is once again led astray by Honest John and Gideon, who convince him that he is sick, and the only cure is to go to Pleasure Island. He is put on the coach, with Jiminy secretly following. On his way Pinocchio befriends Lampwick, a misbehaved and destructive boy. Soon Pinocchio and the other boys arrive on the island, where there are no adults, and boys are free to enjoy gambling, smoking, getting drunk and wanton destruction, much to Jiminy's dismay. Jiminy angrily confronts Pinocchio for his behavior, but is brutally taunted by Lampwick, and furiously walks out on both of them. Then Jiminy discovers the island harbours a terrible curse. After a day of pleasure and destructive behavior, the boys transform into donkeys, who are then sold to work in the salt mines and circuses as part of an evil racket run by The Coachman and his ape-like henchmen. Lampwick is soon transformed into a donkey, but with Jiminy's help, Pinocchio manages to escape with only a donkey's ears and tail.
Upon returning home, they find the workshop empty and soon learn (from a letter by the Blue Fairy) that Geppetto, while venturing out to sea to rescue Pinocchio from Pleasure Island, had been swallowed, along with Figaro and Cleo, by a giant whale named Monstro. Determined to rescue his father, Pinocchio jumps into the bottom of the ocean, with Jiminy accompanying him. However, Pinocchio is soon found and swallowed by Monstro, where he is reunited with Geppetto and his pets inside the whale. While shocked at Pinocchio's donkey-ears and tail, Geppetto is just glad to have his "little wooden head" back. Although Gepetto has given up on escaping, Pinocchio devises an escape plan by burning wood in order to make Monstro sneeze them out. The plan works, but the enraged whale gives chase and destroys their raft. Eventually, Pinocchio succeeds in getting Geppetto to safety in a cave under a cliff before Monstro rams into it. Despite Monstro's defeat, Pinocchio dies while saving them. Back in Gepetto's house, as the group mourns over Pinocchio's body, the Blue Fairy is touched by his sacrifice and resurrects him into human-form, much to the joy of his family. When Jiminy steps outside to thank the Fairy, she decides he has done well, and gives him a gold badge that certifies him as an official conscience. (wiki)
namun ini foto2 dr operet PINOKIO yg dilangsungkan oleh sanggar Shangrilla pimpinan Nyonya Tanzil yg ngetop buanget di akhir tahun 70-an sampai awal 80-an. KOK SEKARANG GA SEHEBOH DULU ya...
Tahun Cetak : 80-an
Si Boneka Kayu, Pinokio adalah film Indonesia yang diproduksi pada tahun 1979 dengan disutradarai oleh Willy Wilianto. Film ini diangkat dari cerita populer dunia berjudul Petualangan Pinokio karangan Carlo Collodi.
Sinopsis
Gepetto (Iskak) seorang pembuat boneka kayu yang sangat mendambakan seorang anak. Oleh Peri Biru (Dina Mariana) salah satu bonekanya disulap menjadi hidup,dijadikan anak angkat oleh Gepetto dan diberi nama Pinokio (Ateng). Pinokio tumbuh menjadi anak nakal. Peri Biru menyuruh Jimmy Jangkrik (Liza Tanzil) untuk mengawasinya. Kenakalannya itu pernah membuat Pinokio pernah menjadi keledai, ditugaskan untuk menyelamatkan ayahnya dari perut ikan hiu, dan berhasil.(dari Wikipedia)
Sutradara Willy Wilianto
Produser Sabirin Kasdani
Penulis Imam Tantowi
Pemeran Ateng
Iskak
Dina Mariana
Jack John
Lisa Tanzil
Sup Yusup
Soes DA
Distribusi Rapi Films
Durasi 93 menit
Negara Indonesia
Pinocchio is a 1940 American animated film produced by Walt Disney and based on the story The Adventures of Pinocchio by Carlo Collodi. It is the second film in the Walt Disney Animated Classics, and was made after the success of Snow White and the Seven Dwarfs. It was released to theaters by RKO Radio Pictures on February 7, 1940.
The plot of the film involves an old wood-carver named Geppetto who carves a wooden puppet named Pinocchio who is brought to life by a blue fairy, who tells him he can become a real boy if he proves himself "brave, truthful, and unselfish". Thus begin the puppet's adventures to become a real boy, which involve many encounters with a host of unsavory characters.
The film was adapted by Aurelius Battaglia, William Cottrell, Otto Englander, Erdman Penner, Joseph Sabo, Ted Sears, and Webb Smith from Collodi's book. The production was supervised by Ben Sharpsteen and Hamilton Luske, and the film's sequences were directed by Norman Ferguson, T. Hee, Wilfred Jackson, Jack Kinney, and Bill Roberts.
Pinocchio won two Academy Awards, one for Best Original Score and one for Best Original Song for the song "When You Wish upon a Star".
Plot
After singing the film's signature song "When You Wish upon a Star" over the opening credits, Jiminy Cricket explains to the audience that he is going to tell a story of a wish coming true. Opening the book, in flashback, he tells how he moved into the workshop of the woodworker Geppetto one night to warm himself from the cold. The old wookworker lives alone with his cat, Figaro and his fish, Cleo. Jiminy watches as Geppetto finishes work on a wooden marionette whom he names Pinocchio. Before falling asleep, Geppetto makes a wish on a star that Pinocchio could be a real boy. During the night, the star, in the form of a Blue Fairy, visits the workshop to grant Geppetto's wish. She makes Pinocchio come alive, while remaining still a puppet. The fairy tells Pinocchio that if he wants to become a real boy of flesh and blood he must prove himself to be brave, truthful and unselfish and able to tell right from wrong by listening to his conscience. Pinocchio does not understand what a conscience is, and Jiminy reveals himself to explain it to him. The Blue Fairy asks if Jiminy would serve as Pinocchio's conscience, a task he accepts.
Geppetto discovers that his wish has come true, and is filled with joy. The next day, he sends Pinocchio on his first day of school. However, the naive Pinocchio is spotted by the conniving con artists Honest John and Gideon, who quickly decide to sell the living puppet for money. They convince him to join Stromboli's puppet show instead. Pinocchio becomes Stromboli's star attraction as a magic string-less marionette. Jiminy, seeing Pinocchio's sudden success, decides he has failed as a conscience and leaves. Gepetto, worried about Pinocchio's absence, goes out to look for him. Stromboli, meanwhile, expects to make much more money with Pinocchio working for him. When Pinocchio wants to go home for the night (though promising to come back in the morning), Stromboli turns brutal and locks Pinocchio in a birdcage to prevent him from leaving, and warns him that if he grows too old, he will chop him into firewood. Jiminy returns to Pinocchio, but is unable to free him. During the night, the Blue Fairy comes to ask why Pinocchio disobeyed Geppetto. Despite Jiminy's urgings, Pinocchio tells an overblown story to hide his shame, but with each lie his nose grows and grows until it is like the branch of a tree. The Blue Fairy explains that "a lie will keep growing and growing, until it's as plain as the nose on your face." Pinocchio vows to do better from now on and the Blue Fairy changes his nose back to normal and sets him free, warning that this will be the last time she helps him.
Meanwhile, Honest John and Gideon meet up with the sinister Coachman in a local tavern and boast of their success luring Pinocchio away. Impressed by their story, the Coachmen tells them of his business 'collecting stupid little boys' and taking them to Pleasure Island. He offers them a reward for every boy they bring to him.
Unfortunately, on his way back to Geppetto's house, Pinocchio is once again led astray by Honest John and Gideon, who convince him that he is sick, and the only cure is to go to Pleasure Island. He is put on the coach, with Jiminy secretly following. On his way Pinocchio befriends Lampwick, a misbehaved and destructive boy. Soon Pinocchio and the other boys arrive on the island, where there are no adults, and boys are free to enjoy gambling, smoking, getting drunk and wanton destruction, much to Jiminy's dismay. Jiminy angrily confronts Pinocchio for his behavior, but is brutally taunted by Lampwick, and furiously walks out on both of them. Then Jiminy discovers the island harbours a terrible curse. After a day of pleasure and destructive behavior, the boys transform into donkeys, who are then sold to work in the salt mines and circuses as part of an evil racket run by The Coachman and his ape-like henchmen. Lampwick is soon transformed into a donkey, but with Jiminy's help, Pinocchio manages to escape with only a donkey's ears and tail.
Upon returning home, they find the workshop empty and soon learn (from a letter by the Blue Fairy) that Geppetto, while venturing out to sea to rescue Pinocchio from Pleasure Island, had been swallowed, along with Figaro and Cleo, by a giant whale named Monstro. Determined to rescue his father, Pinocchio jumps into the bottom of the ocean, with Jiminy accompanying him. However, Pinocchio is soon found and swallowed by Monstro, where he is reunited with Geppetto and his pets inside the whale. While shocked at Pinocchio's donkey-ears and tail, Geppetto is just glad to have his "little wooden head" back. Although Gepetto has given up on escaping, Pinocchio devises an escape plan by burning wood in order to make Monstro sneeze them out. The plan works, but the enraged whale gives chase and destroys their raft. Eventually, Pinocchio succeeds in getting Geppetto to safety in a cave under a cliff before Monstro rams into it. Despite Monstro's defeat, Pinocchio dies while saving them. Back in Gepetto's house, as the group mourns over Pinocchio's body, the Blue Fairy is touched by his sacrifice and resurrects him into human-form, much to the joy of his family. When Jiminy steps outside to thank the Fairy, she decides he has done well, and gives him a gold badge that certifies him as an official conscience. (wiki)
namun ini foto2 dr operet PINOKIO yg dilangsungkan oleh sanggar Shangrilla pimpinan Nyonya Tanzil yg ngetop buanget di akhir tahun 70-an sampai awal 80-an. KOK SEKARANG GA SEHEBOH DULU ya...
Kamis, 25 Oktober 2012
POTONGAN : Lukisan Hewan
Judul : Lukisan Hewan
Tahun Cetak : 80-an
nggambarnya sangat detil dan menarik. kemungkinan diambil dari buku2 cetakan luar negeri. terus dicomot saja gambarnya...
ada gambar ular, penyu, kura-kura, buaya, kodok (katak), cicak, tokek, dan lain-lainnya
pas dapatnya kok ya potongan... biarlah disimpan dulu, ntar nyari yg lembaran...
Tahun Cetak : 80-an
nggambarnya sangat detil dan menarik. kemungkinan diambil dari buku2 cetakan luar negeri. terus dicomot saja gambarnya...
ada gambar ular, penyu, kura-kura, buaya, kodok (katak), cicak, tokek, dan lain-lainnya
pas dapatnya kok ya potongan... biarlah disimpan dulu, ntar nyari yg lembaran...
Langganan:
Postingan (Atom)


