Selasa, 11 Desember 2012

Dokumentasi : Gambar Oemboel di Bentara

memang tidak ada kaitannya antara tulisan yg ada dalam rubrik Bentara-nya Kompas ini. begitulah adanya Bentara dalam memajang gambar/foto lukisan tidak pernah ada benang merahnya. tapi ciri khas tsb sedikit banyak menambah wawasan bagi yg melihat gambar kemudian membaca tulisannya.

koran Kompas hari Rabu tanggal 3 Desember 2003 bagi saya sangatlah penting, karena inilah saat pertama kali kemunculan gambar oemboel di media massa.



jika dihitung, sekitar 5 bulan setelah pameran muncullah 3 buah potongan yang menempel dalam katalog pameran pertama gambar oemboel di Bentara Budaya Yogyakarta. sempat kaget, bahkan ada temen yg sempat protes karena memajangkan gambar oemboel tanpa ijin dan bahasannya tidak nyambung????

saat itu hanya sabar dan bangga saja. inilah awal oemboel naik ke permukaan, setelah terkubur puluhan tahun dalam angan2 dan memori kita masing2. inilah saatnya mencari penggemar oemboel.namun saat itu belum banyak respon jika dibanding pameran yg tahun 2010.


wayang 100 kotak, Wali Sanga seri 4 dan Robinhood adalah sebuah pilihan yg tepat untuk tampil di koran nasional. bahkan pada seri Wali Sanga seri 4, ada kalimat dalam balon kata yg agak berbau "SARU". tapi tetap lolos... mungkin tidak disadari sama editornya????




tidaklah mudah memeilih 4 kotak gambar dari 50 kotak yang tersedia, karena keempat kotak tadi diharapkan dapat memberikan gambaran cerita secara keseluruhan. kalopun tidak haruslah memilih gambar2 yg menarik, bisa jadi dalam pewarnaan, gambar, tulisan atau apalah yang penting eye cathcing.


kuranglebih ada 30 judul gambar umbul tampil dalam katalog pameran pertama ini. ada yg cerita asia, barat dan indonesia. tapi tetap yg paling menarik adalah yg super hero atau kelompok lakon.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar